Penelitian Dosen TP


HIBAH PENELITIAN STRATEGIS NASIONAL

PENGEMBANGAN MODEL-MODEL KOMUNITAS BELAJAR
DAN PERANGKAT ASESMENNYA UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI
SOSIAL DAN PERSONAL SISWA

Oleh
Drs. I Dewa Kade Tastra, M.Pd.
Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd.
I Kadek Suartama, S.Pd.

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
PEBRUARI 2009

———————————————————————————————————–

Abstrak Penelitian yang menang hibah tahun 2009

Salah satu tujuan pendidikan adalah menyiapkan peserta didik untuk meningkatkan kepekaan sosial dan tampilan personal yang empatik, sehingga mereka dapat diterima sebagai anggota komunitas setelah terjun di masyarakat. Untuk mencapai salah satu tujuan pendidikan tersebut, implementasi pendidikan dalam bentuk pembelajaran di Indonesia telah berpedoman pada kurikulum yang telah mengalami revisi secara berulang-ulang. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan wujud kurikulum yang terbaru yang telah diprogram memuat standar isi, standar proses pembelajar, dan standar penilaian, yang semuanya ditujukan tidak hanya untuk memfasilitasi siswa membangun kompetensi akademik, tetapi juga kompetensi sosial, dan personal. Seyogyanya, dengan keberadaan dan implementasi berbagai bentuk kurikulum dan yang terbaru adalah KTSP, tujuan pendidikan khususnya menyiapkan anak bangsa agar memiliki kompetensi sosial dan personal yang memadai dapat tercapai secara optimal. Namun, kenyataannya masih banyak anak bangsa menampilkan kompetensi sosial dan personal yang mengecewakan. Salah satu bukti, adalah sering terjadi tawuran di mana-mana di Indonesia yang mengindikasikan kepekaan sosial dan tampilan personal yang kurang menarik. Fenomena yang juga sangat menyedihkan, adalah tampak setelah pengumuman hasil ujian nasional, banyak siswa menyiapkan diri dari rumah beranekaragam warna cat yang dipersiapkan untuk mencoreng-coreng pakaian sekolahnya. Fenomena terakhir ini merupakan wujud kompetensi sosial dan personal siswa yang kurang menggembirakan. Penyebabnya, adalah belum adanya kemasan pembelajaran yang mampu mengakomodasi pengembangan kompetensi sosial dan personal siswa dalam praksis pendidikan.

Salah satu kemasan pembelajaran yang mampu mengakomodasi pengembangan kompetensi sosial dan personal siswa adalah kemasan pembelajaran berbasis komunitas belajar. Untuk mewujudkan kemasan pembelajaran berbasis komunitas belajar, perlu dilakukan penelitian “pengembangan model-model komunitas belajar”. Pembelajaran berbasis komunitas belajar lebih banyak menekankan proses dibandingkan produk. Oleh sebab itu, penerapan pembelajaran berbasis komunitas belajar seyogyanya menggunakan asesmen proses sebagai perangkat evaluasi. Jadi asesmen proses menjadi penting untuk mengases pembelajaran berbasis komunitas belajar. Perangkat asesmen yang mendukung penerapan model-model komunitas belajar sampai saat ini belum ditemukan dalam praksis pendidikan. Pengembangan model-model komunitas belajar dan perangkat asesmennya untuk meningkatkan kompetensi sosial dan personal siswa memiliki kebaharuan yang menarik untuk dikaji dan mendukung isu strategis nasional khususnya harmoni sosial dan budaya. Tujuan umum penelitian ini adalah “mengembangkan dan memvalidasi model-model komunitas belajar dan perangkat asesmennya untuk meningkatkan kompetensi sosial dan personal siswa”.

Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan analisis kebutuhan untuk memperoleh data yang memperkuat pentingnya pengembangan model, selanjutnya dilakukan pengembangan dan validasi produk, pelatihan para guru dalam menerapkan model, dan implementasi model dalam pembelajaran di kelas. Tujuan khusus yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Mendeskripsikan keberadaan model-model komunitas belajar dan perangkat asesmennya di sekolah-sekolah di Provinsi Bali. (2) Mengungkap persepsi guru dan kepala sekolah di Provinsi Bali tentang pentingnya model-model komunitas belajar dan perangkat asesmennya. (3) Mengembangkan model-model komunitas belajar dan perangkat asesmennya. (4) Melakukan uji formatif dan sumatif untuk menganalisis kelayakan pakai model-model komunitas belajar dan perangkat asesmennya. (5) Melakukan pelatihan para guru mengenai penerapan model-model komunitas belajar dan perangkat asesmennya. (6) Melakukan penerapan model-model komunitas belajar dan perangkat asesmennya dalam pembelajaran oleh para guru di Provinsi Bali didampingi oleh peneliti. (7) Mendeskripsikan peningkatan kompetensi sosial dan personal siswa sebagai akibat diterapkannya model-model komunitas belajar dan perangkat asesmennya dalam pembelajaran di sekolah.

Untuk mencapai tujuan-tujuan penelitian tersebut, digunakan desain Research and Development (R&D) sebagai grant design. Langkah-langkah penelitian adalah (1) melakukan need assessment, (2) melakukan pengembangan draft, (3) melakukan validasi draft, dan (4) melakukan pelatihan, dan (5) melakukan implementasi produk. Langkah need assessment menggunakan desain survey, pengembangan dan validasi model mengunakan desain developmental and formative-summative testing design (Dick & Carey, 1990), pelatihan dan implementasi produk menggunakan desain action research. Data yang diperlukan adalah (1) keberadaan dan pentingnya model-model komunitas belajar dan perangkat asesmennya yang dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, angket, dan wawancara melibatkan guru dan kepala sekolah, (2) tanggapan ahli isi, ahli media, ahli desain terhadap model-model komunitas belajar dan perangkat asesmennya yang dikumpulkan dengan angket, (2) tanggapan user (guru) terhadap model-model komunitas belajar dan perangkat asesmennya yang dikumpulkan dengan angket, (3) peningkatan kompetensi sosial dan personal siswa yang dikumpulkan dengan tes. Data penelitian dianalisis secara deskriptif dan statistik inferensial.

Penelitian ini didesain untuk memayungi 3 (tiga) orang mahasiswa program S1 Jurusan Teknologi Pembelajaran dalam rangka penyelesaian skripsi. Produk penelitian adalah laporan penelitian, artikel ilmiah, 3 orang lulusan S1, dan model-model komunitas belajar dan perangkat asesmennya yang telah divalidasi dan siap digunakan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan untuk mewujudkan proses pembelajaran yang standar untuk meningkatkan kompetensi sosial dan personal siswa.

7 responses

24 03 2009
putrini mahadewi

Good job…

27 04 2009
EMI

Good Luck!!!

19 05 2009
Agung Dharma

Artikel dan informasi di web ini bagus2 dan keren2 sebagai sesama perintis pendidikan dan sharing community di dunia maya

dozenix.

24 05 2009
undikshatp

trim

21 01 2010
David Sastra

Saya tertarik dengan model-model komunitas belajar yang dikembangkan, mohon info di mana saya bisa mendapatkan literatur, maupun penelitian yang telah dilakukan dengan model komunitas belajar. Suksma

22 01 2010
undikshatp

Untuk referensi akan segera kami posting, mengingat kami harus menghubungi Bapak Dewa kade Tastra, agar literatur kiranya bisa di share. Terimakasih telah berkunjung.

25 01 2010
DIDIK FIRMANSYAH,S.PD

terus berkarya untuk dosen TP, sukses selalu,,,GOOD LUCK, semoga jurusan kita lebih dikenal dan mendapat perhatian dalam ikut andil mencetak SDM yang berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: