Problematik

14 05 2010

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran mahasiswa baik secara eksternal maupun internal diidentifikasikan sebagai berikut. Faktor-faktor eksternal mencakup dosen, materi, pola interaksi, media dan teknologi, situasi belajar, dan sistem.

Faktor-faktor  yang  bersifat  internal,  dari  mahasiswa  itu  sendiri,  mencakup  motivasi, kemampuan  awal,  kemampuan  belajar  mandiri,  penguasaan  bahasa  Inggris,  dan kesenjangan  belajar  (learning  gap). Masalah-masalah diatas baik eksternal maupun internal yang berpeluang bisa difasilitasi oleh multimedia ( Computer-Based technologies) adalah sebagai berikut :

Kondisi yang terjadi Kesenjangan/masalah Kondisi seharusnya/yang diharapkan
Eksternal
Dosen :
  1. Masih ada dosen (pendidik guru) yang kurang menguasai materi dan dalam mengevaluasi  mahasiswa  menuntut  jawaban  yang  persis  seperti  yang  ia  jelaskan; dengan  kata  lain,  mahasiswa  tidak  diberi  peluang  untuk  berfikir  kreatif.
  2. Dosen  juga mempunyai  keterbatasan  dalam  mengakses  informasi  baru  yang  memungkinkan  ia  mengetahui  perkembangan  terakhir  di  bidangnya  (state  of  the  art)  dan  kemungkinan perkembangan   yang   lebih   jauh   dari   yang   sudah   dicapai   sekarang   (frontier   of  knowledge)
  1. Dosen menguasai materi
  2. Dosen mencari solusi terhadap keterbatasannya
  3. Learn technology to use untuk membentuk profil dosen model yang menerapkan teknologi pembelajaran
  4. Dosen optimal    mampu  memfasilitasi  proses  belajar  mahasiswa.
  5. Membangun    persepsi    dan    sikap    positif mahasiswa   terhadap   belajar   dan   profesi pendidik.
  6. Menguasai  disiplin  ilmu  berkaitan  dengan keluasan dan kedalaman jangkauan substansi dan metodologi dasar keilmuan, serta mampu memilih,        menata,        mengemas        dan merepresentasikan materi sesuai kebutuhan mahasiswa.
  7. Agar dapat memberikan layanan pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan mahasiswa,  Dosen  perlu  memahami  keunikan  setiap  mahasiswa  dengan segenap  kelebihan,  kekurangan,  dan  kebutuhannya.  emahami  lingkungan keluarga,  sosial-budaya  dan  kemajemukan  masyarakat  tempat  mahasiswa berkembang.
  8. Menguasai   pengelolaan   pembelajaran   yang   mendidik   berorientasi   pada mahasiswa  tercermin  dalam  kegiatan  merencanakan,  melaksanakan,  serta mengevaluasi dan memanfaatkan hasil evaluasi pembelajaran secara dinamis untuk membentuk kompetensi mahasiswa yang dikehendaki.
  9. Mengembangkan kepribadian dan keprofesionalan sebagai kemampuan untuk dapat mengetahui, mengukur, dan mengembang mutakhirkan kemampuannya  secara mandiri.

Materi Sementara  itu  materi  perkuliahan  dipandang  oleh  mahasiswa  terlalu  teoritis,  kurang  memberi  contoh-contoh  yang  kontekstual
  1. Sajian materi yang berisi fakta, konsep, prosedur dan prinsip mudah dicerna, diingat, diimplementasikan merangsang penemuan-penemuan baru .
  2. Luwesnya  dan  relevannya  kurikulum  dan  bahan  belajar  mampu  menyediakan  aneka  stimuli  dan  fasilitas  belajar  secara  berdiversifikasi.
  3. Kesesuaiannya   dengan   tujuan   pembelajaran dan     kompetensi     yang     harus     dikuasai mahasiswa.
  4. Ada   keseimbangan   antara   keluasan   dan kedalaman    materi    dengan    waktu    yang tersedia.
  5. Materi pembelajaran sistematis dan kontekstual.
  6. Dapat   mengakomodasikan   partisipasi   aktif   mahasiswa   dalam   belajar semaksimal mungkin.
  7. Dapat  menarik  manfaat  yang  optimal  dari  perkembangan  dan  kemajuan  bidang ilmu, teknologi, dan seni.
  8. Materi   pembelajaran   memenuhi   kriteria   filosofis,   profesional,   psikopedagogis, dan praktis.
Pola interaksi Metode  penyampaian  bersifat  monoton,  kurang  memanfaatkan  berbagai  media  secara  optimal
  1. Metode penyampaian bervariasi tergantung konteks pembelajaran dengan “Use technology to learn”
  2. suasana belajar  mendukung terciptanya kegiatan pembelajaran yang menarik, menantang,   menyenangkan   dan   bermakna   bagi   pembentukan    profesionalitas kependidikan
Media dan teknologi Dari  hasil  penelitian   Pemanfaatan   Media   dan   Teknologi   Pendidikan   di   Perguruan   Tinggi  terungkap  bahwa  penggunaan  alat  bantu  (AVA)  oleh  dosen  lebih  banyak  ditentukan  oleh   ketersediaan   alat-alat   tersebut,   bukan   oleh   kesesuaiannya   dengan   tujuan  pembelajaran.
  1. Media baik sebagai alat peraga maupun alat bantu serta media pembelajaran harus benar-benar yang dibutuhkan dan sesuai dengan konteks pembelajaran.
  2. efektifnya media   belajar   digunakan   oleh   dosen   untuk   meningkatkan   intensitas   belajar mahasiswa
  3. Dapat menciptakan pengalaman belajar yang bermakna.
  4. Mampu memfasilitasi proses interaksi antara mahasiswa dan dosen, mahasiswa dan mahasiswa, serta mahasiswa dengan ahli bidang ilmu yang relevan.
  5. Media pembelajaran dapat memperkaya pengalaman belajar mahasiswa.
  6. Melalui media pembelajaran, mampu mengubah suasana belajar dari mahasiswa pasif dan dosen  sebagai sumber ilmu satu-satunya, menjadi mahasiswa aktif berdiskusi dan mencari informasi melalui berbagai sumber belajar yang ada.
Situasi belajar Di beberapa LPTK budaya akademis yang kondusif bagi diterapkannya

berbagai  inovasi  belum  terbentuk

  1. Ciptakan lingkungan akademik. Lingkungan kampus adalah medium yang seharusnya bisa memberikan pembelajaran.
  2. kontributifnya fasilitas fisik terhadap terciptanya situasi belajar yang aman dan nyaman
Sistem Sistem  yang  berorientasi  pada  kualitas  juga  belum terbentuk,  sehingga  fungsi-fungsi  penting  yang  menentukan  kualitas  pembelajaran

belum dapat bekerja dengan baik

a.  Sistem yang humanistik berpihak pada kualitas bukan berpihak pada penggerak sistem. Adanya Standard Operataion Procedure

PT       dapat       menonjolkan       ciri       khas keunggulannya,      memiliki      penekanan      dan

kekhususan     lulusannya,     responsif     terhadap

berbagai    tantangan    secara    internal    maupun eksternal.

b.  Memiliki perencanaan yang matang dalam bentuk

rencana  strategis  dan  rencana  operasional  PT,  agar  semua  upaya  dapat dilaksanakan  secara  sinergis  oleh  seluruh  komponen  sistem  pendidikan

dalam tubuh PT

c.   Ada semangat perubahan yang dicanangkan dalam visi dan misi PT yang

mampu  membangkitkan  upaya  kreatif  dan  inovatif  dari  semua  sivitas

akademika melalui berbagai aktivitas pengembangan.

d.  Dalam  rangka  menjaga  keselarasan  antar  komponen  sistem  pendidikan  di

PT,   pengendalian   dan   penjaminan   mutu   perlu   menjadi   salah   satu

mekanismenya.

Solusi Teknologi pembelajaran
Internal
Motivasi mahasiswa Motivasi  yang  rendah  ditandai  dengan  cepatnya mereka merasa bosan, berekspektasi instan (quick yielding), sukar berkonsentrasi, tidak

dapat  mengatur  waktu,  dan  malas  mengerjakan  pekerjaan  rumah

Motivasi yang terbentuk bukan motivasi fungsi kepentingan. Contoh kalau tidak ujian mahasiswa tidak akan belajar
Kemampuan awal Kemampuan  awal  yang  lemah  ditandai  dengan  sulitnya  mereka  mencerna  pelajaran  (termasuk  sulit

memahami  buku  teks),  sulit  memahami  tugas-tugas,  dan  tidak  menguasai  strategi  belajar.

Mahasiswa seharusnya sudah siap belajar di perguruan tinggi.
Kemampuan belajar mandiri Belum terbentuknya Mindset mahasiswa akan kemampuan belajar secara mandiri. Mandiri bukan berarti mereka tidak memerlukan kesalingtergantungan. Selama ini mahasiswa sepertinya tingkat ketergantungan sangat tinggi. Belajar tidak hanya di ruang kelas. Sebagian besar waktu mahasiswa ada diluar kelas. Mindset belajar mandiri harus terbentuk, agar dengan sadar bahwa belajar tidak ada yang menyuruh.
Kesenjangan belajar Kesenjangan  belajar  yang  cukup  besar  terjadi  antara:  a)  hafalan  dengan pemahaman, b) pemahaman dengan kompetensi, c) kompetensi dengan kemauan untuk  melakukan,  d)  kemauan  untuk  melakukan  dengan  benar-benar  melakukan,  dan  e)  benar-benar melakukan dengan menghasilkan perubahan secara terus-menerus Kendati kesenjangan tidak bisa dituntaskan, seharusnya dikurangi.
Solusi Teknologi Pembelajaran :

Gde P. Arya oka-Presentasi untuk Prof. Naswan


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: