Selamat Ulang Tahun TP !

29 11 2008

Ulang Tahun TP yang ke-10 dalam rekaman lensa

tiup lilin oleh kejurVj TV Siaran Live dari studi MMTP

Latihan Presenter dari Studio Mini MMTP lantai II FIPpenampilan modern janger dance tp

undangan Ultah TP ke-10master control

Iklan




Jabatan Fungsional Teknologi Pembelajaran

29 11 2008

Oleh: Sudirman Siahaan

Tentunya kita sudah sering mendengar mengenai kebijakan pemerintah yang mengatakan “ramping struktur kaya fungsi”. Berbagai struktur organisasi pemerintah ditinjau ulang dan kemudian dirampingkan. Pada sisi lain, para pimpinan lembaga pemerintah juga terus didorong untuk melakukan kajian mengenai kebutuhan akan jabatan fungsional. Manakala dari hasil kajian yang dilakukan, ternyata memang dibutuhkan adanya jabatan fungsional, maka perlu dibentuk suatu tim yang secara khusus ditugaskan untuk memperjuangkan pembentukan jabatan fungsional yang dibutuhkan tersebut. Dalam kaitan ini, ada serangkaian langkah yang harus ditempuh.

Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom)-Departemen Pendidikan Nasional telah memproses sebuah usulan pembentukan Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (JF-PTP). Proses pengusulan JF-PTP sudah melewati beberapa tahapan dari serangkaian langkah yang ditetapkan. Langkah terakhir yang telah dilaksanakan adalah membahas hasil validasi uji petik penghitungan Beban Kerja bersama dengan tim Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), tim dari Kantor Menpan, dan tim dari Kantor BKN. Langkah berikutnya yang akan ditempuh adalah (1) pembahasan konsep Permenpan dan penetapannya, (2) (pembahasan konsep Permen Bersama Mendiknas dan Kepala BKN) dan penetapannya, dan (3) penyusunan petunjuk teknis (Juknis) JF-PTP.

Sehubungan dengan JF-PTP yang diusulkan Pustekkom, maka pada kesempatan ini, penulis tergugah untuk menguak secara garis besar apa yang menjadi konsep JF-PTP sekedar untuk saling berbagi. Melalui saling berbagi ini diharapkan setidak-tidaknya kita akan dapat mengetahui secara singkat apa yang menjadi konsep JF-PTP.

Jabatan Pengembang Teknologi Pembelajaran adalah jabatan fungsional yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil dengan hak dan kewajiban yang diberikan secara penuh oleh pejabat yang berwenang. Pengembang Teknologi Pembelajaran adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mempunyai keahlian khusus yang bertugas di lingkungan Departemen, non Departemen, ABRI dan Kepolisian, yang bergerak di bidang pendidikan/pelatihan dan atau pelayanan media pembelajaran dan yang diberi tugas, wewenang, dan tanggungjawab di bidang teknologi pembelajaran.

Pengembang Teknologi Pembelajaran berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional pengembangan teknologi pembelajaran pada unit kerja Departemen Pendidikan Nasional, Dinas/ Instansi yang melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya di bidang pengembangan teknologi pembelajaran di Provinsi/Kabupaten/Kota. JF-PTP adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh seseorang yang telah berstatus sebagai PNS.

Tugas pokok Pengembang Teknologi Pembelajaran adalah melaksanakan penganalisisan dan pengkajian sistem/model teknologi pembelajaran, perancangan sistem/model teknologi pembelajaran, produksi media pembelajaran, penerapan sistem/model dan pemanfaatan media pembelajaran, dan evaluasi penerapan sistem/model dan pemanfaatan media pembelajaran. Sedangkan yang berfungsi sebagai instansi pembina JF-PTP adalah Departemen Pendidikan Nasional, yang sehari-harinya dilaksanakan oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom).

Selanjutnya, unsur dan sub unsur yang dirumuskan sebagai kegiatan Pengembang Teknologi Pembelajaran yang dinilai angka kreditnya terbagi atas 2 kategori, yaitu unsur utama dan unsur penunjang.

Yang termasuk ke dalam unsur utama adalah:
1. Pendidikan (yang di dalamnya termasuk pendidikan sekolah, pendidikan dan pelatihan fungsional pengembangan teknologi pembelajaran, dan pendidikan dan pelatihan (Diklat) prajabatan);
2. Pengembangan teknologi pembelajaran (penganalisisan dan pengkajian sistem/model teknologi pembelajaran, perancangan sistem/model teknologi pembelajaran, produksi media pembelajaran, penerapan sistem/model dan pemanfaatan media pembelajaran, pengendalian sistem/model pembelajaran, evaluasi penerapan sistem/model dan pemanfaatan media pembelajaran); dan
3. Pengembangan profesi di bidang teknologi pembelajaran (penyusunan karya ilmiah tulis/karya ilmiah, penyusunan dan atau penerjemahan/ penyaduran buku dan bahan lainnya, pembuatan buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis/bahan penyerta di bidang teknologi pembelajaran dan pendidikan terbuka/jarak jauh, berpartisipasi aktif dalam penerbitan buku/majalah/jurnal di bidang teknologi pembelajaran, dan pelaksanaan studi banding di bidang teknologi pembelajaran dan pendidikan terbuka/jarak jauh).

Sedangkan unsur penunjang terdiri atas:
1. Mengajar/melatih di bidang teknologi pembelajaran;
2. Menjadi anggota tim seminar, nara sumber, dan tim penilai (mengikuti seminar/lokakarya/ konferensi internasional/nasional sebagai pembahas/moderator/nara sumber, pemrasaran, dan sebagai peserta; dan mengikuti/berperanserta sebagai delegasi ilmiah, baik sebagai ketua maupun anggota, dan menjadi anggota aktif tim penilai jabatan fungsional pengembang teknologi pembelajaran);
3. Mengelola unit kerja atau lembaga yang tugas dan fungsinya di bidang teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan/pembelajaran;
4. Menjadi anggota organisasi profesi IPTPI atau organisasi profesi kependidikan lainnya/tim Kelompok Kerja (tingkat internasional/nasional sebagai pengurus aktif dan anggota aktif; dan tingkat propinsi sebagai pengurus aktif dan anggota aktif);
5. Memperoleh penghargaan/tanda jasa (dari pemerintah atas prestasi kerjanya tiap tanda jasa tingkat nasional/internasional, propinsi, dan Kabupaten/Kota; gelar kehormatan di bidang akademik);
6. Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya (memperoleh ijazah/gelar yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya, baik ijazah doktor, pasca sarjana, maupun sarjana); dan
7. Menjadi anggota tim penilai karya yang berkaitan dengan profesi teknologi pembelajaran dan pendidikan terbuka dan jarak jauh (baik sebagai ketua maupun anggota).

Untuk tahap pertama, jabatan yang dirumuskan ke dalam JF-PTP hanya sampai pada Pengembang Teknologi Pembelajaran Madya atau dengan pangkat maksimal pembina utama muda (IV/c). Hasil uji petik yang telah dilaksanakan ternyata hanya sedikit butir-butir kegiatan sebagai Pengembang Teknologi Pembelajaran Utama yang diisi oleh responden. Keadaan yang demikian ini kemungkinan saja disebabkan oleh latar belakang pangkat responden yang mengisi instrumen uji petik belum ada yang berangkat IV/d atau IV/e? Menghadapi keadaan yang demikian ini, maka hasil pembahasan dengan pihak Kantor Menpan dan BKN dikemukakan bahwa adalah hal yang wajar terjadi apabila pada tahap pertama, jabatan fungsional maksimal masih terbatas pada jenjang madya. Setelah di kemudian hari dirasakan adanya kebutuhan untuk lebih meningkatkan jabatan maksimalnya, maka peninjauan kembali dan upaya penyempurnaan JF-PTP dapat dilakukan.

Sedangkan peluang untuk naik pangkat bagi pemangku JF-PTP, dapatlah dikatakan bahwa berdasarkan pembahasan hasil validasi uji petik penghitungan Beban Kerja dan penghitungan angka kredit, maka PNS yang memangku JF-PTP dimungkinkan naik pangkat secepat-cepatnya setelah 2 (dua) tahun dan selambat-lambatnya sebelum 4 (empat) tahun. Keadaan yang demikian ini akan dapat terpenuhi dengan syarat bahwa pemangku JF-PTP haruslah produktif.
Sehubungan dengan rencana penetapan JF-PTP, maka PNS yang berminat untuk memilih jalur fungsional untuk pengembangan kariernya, hendaknya sudah mempersiapkan dirinya untuk menata berbagai dokumen yang telah dimiliki sejauh ini dan juga dokumen tentang kegiatan yang akan diikuti. Berbagai dokumen yang dimaksudkan, misalnya fotocopy ijazah, sertifikat mengikuti berbagai kegiatan pelatihan/seminar/lokakarya, surat keterangan atau sertifikat melaksanakan tugas-tugas tertentu (pengurus ofrganisasi profesi, tenaga pelatih, tim seminar, tim penilai jabatan fungsional atau penilaian karya di bidang teknologi pembelajaran), naskah media yang pernah ditulis, artikel yang pernah ditulis dan dimuat di Jurnal TEKNODI atau jurnal lainnya, makalah yang pernah disajikan di dalam pelatihan atau pertemuan ilmiah (seminar atau konferensi) atau dimuat di dalam proceedings seminar.

Satu hal yang juga dijadikan sebagai persyaratan untuk memangku JF-PTP adalah PNS yang memiliki ijazah S-1, usia maksimal 45 tahun, dan lulus pendidikan dan pelatihan di bidang teknologi pembelajaran. Kemudian, sebagamana halnya dengan berbagai jabatan fungsional lainnya, maka PNS yang memangku JF-PTP akan mendapatkan tunjangan fungsional sesuai jenjang jabatan yang dicapainya.

sumber teknologi pendidikan dot net





CPNS Tamatan Teknologi Pendidikan

27 11 2008

Info : sumber teknologi pendidikan dot net

Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran: Bagaimana Perkembangannya?

Pustekkom tampaknya tidak pernah lelah atau letih sekalipun mungkin kadangkala terusik juga dengan perasaan jemu untuk meneruskan penggarapan Jabatan fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (JF-PTP). Proses pengusulan JF-PTP ini sudah dirintis semenjak Kepala Pustekkom yang pertama, yaitu Prof. Dr. Yusufhadi Miarso. Mungkin ada juga benarnya pepatah yang mengatakan “slow but sure”. Proses pengusulan JF=PTP ini tampaknya membutuhkann kesabaran dan keuletan untuk memperjuangkannya sampai mencapai keberhasilan.

Walaupun mungkin tidak terlalu terdengar gaungnya tetapi tim yang menangani JF-PTP ini di Pustekkom khususnya dan di lingkungan Depdiknas pada umumnya terus melakukan berbagai upaya untuk dapat diterima dan disetujuinya JF-PTP. Suatu perkembangan yang perlu dibagi melalui informasi ini adalah bahwa beberapa langkah yang mengarah pada proses penetapan Peraturan Menpan dan Peraturan bersama Mendiknas dengan Kepala BKN telah dilakukan.

Validasi terhadap hasil uji petik beban kerja JF=PTP (Tabel I sd. Tabel V) telah selesai dibahas bersama antara tim Depdiknas, Kantor Menpan, dan BKN. Dari hasil validasi ini dapatlah diketahui apakah seseorang yang memangku JF-PTP dapat naik pangkat paling lambat 4 tahun atau secepat-cepatnya dalam kurun waktu 2 tahun. Inilah salah satu hal yang menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan bersama dengan tim Kantor Menpan dan BKN pada hsri Jum’at, 12 September 3008.

Di dalam pertemuan tersebut juga telah diperoleh tim JF-PTP Pustekkom beberapa masukan terhadap penyempurnaan dokumen tentang konsep atau draft Peraturan Menpan yang dilampiri dengan uraian tentang kegiatan utama, penunjang dan angka kredit JF-PTP. Masukan ini akan digunakan untuk menyempurnakan konsep atau draft Peraturan Menpan yang pembahasannya akan dilakukan pada hari Senin, tanggal 22 September 2008. Sedangkan konsep tentang Peraturan Bersama Mendiknas dengan Kepala BKN akan menjadi agenda pembahasan yang berikutnya.

Akhirnya, adalah menjadi harapan kita bersama agar semua dokumen yang diperlukan untuk penetapan JF-PTP dapat diselesaikan pada tahun 2008 ini. Demikian juga dengan kegiatan menyosialisasikannya, baik melalui berbagai pertemuan, secara tertulis (media cetak), media elektronik maupun media jaringan.

SAYA TERKEJUT !!!

Saya terkejut mengetahui Kesempatan Sarjana / Lulusan Teknologi Pendidikan tahun ini.
Saya mencatat banyak sekali Departemen?badan/Dinas yang membuka kesempatan.
1. Lowongan Dosen hampir di semua Perguruan Tinggi Pendidikan (UNESA,UNES,UPI,UNY,UNJ,dll).
2. Sekretariat Jendral Direktorat Pendidikan Tinggi http://www.depdiknas.go.id/
3. Dinas Pekerjaan Umum
4. Badan Pertanahan Nasional
5. Badan Narkotika Nasional
6. Pustekkom Depdiknas
7. Departemen Dalam Negeri
8. Departemen Perdagangan dan Industri
9. dll.
Kebanyakan akan ditempatkan di Bidang Pendidikan dan Pelatihan (diklat).
Apabila kita analisis memang di semua Departemen/Badan/Dinas memeiliki Badan Diklat, dan ini diformasikan untuk jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan. Belum lagi lembaga-lembaga swasta.
Kabar baik ini akan semakin baik jika PP JFPTP (Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran) sudah disahkan Pemerintah, rencanyanya 2009. Maka Lulusan Teknologi Pendidikan akan dibutuhkan di semua Sekolah Negeri/swasta mulai SD-SMA.
Akankah kita bisa menjawab tantangan ini?
Salam Sukses Teknologi Pendidikan!

apa kata teman-teman TP se Indonesia :

kiranya database ikatan alumni ini disosialisasikan terutama untuk mengembangkan aktualisasi para lulusannya baik dilingkungan pendidikan maupun non pendidikan
salam
Wahyudin. S (lulusan TP UPi tahun 1994)
worldbank

bravo Teknologi pendidikan..
Semoga para alumininya semakin populis dikalangan pemerintah maupun seluruh lembaga di Republik Indonesia. Karena kehadirannya sangat dibutuhkan dalam memajukan dunia pendidikan.

salam Sukses
Susanto (alumni TP’99 UNY) tinggal di Lampung

Saya sarankan teman2 TP sudah tidak lagi berfikir dan berkutat untuk mengaktualisasikan kemampuannya dalam jalur formal saja seperti sekolah, apalagi untuk jadi PNS. tetapi di luar jalur itu, karena masih banyak peluang yang dapat dilakukan oleh lulusannya. Misalnya di dunia profesional konsultan atau perusahaan, penulis, creator, motivator, aktivis pendidikan, NGO lokal atau internasional, bahkan mengembangkan model-model pendidikan alternatif yang justru dapat menyerap tenaga kerja.

Kita sendiri yang merubah orientasi kita bukan orang lain
sukses





SMKN 1 Sukasada Juara I Lomba Pembuatan Media Pembelajaran TIK Berbasis Multimedia Se-Bali

6 11 2008

Label sekolah menengah kejuruan tampil sebagai pemenang lomba ajang kreatifitas lomba media pembelajaran se Bali Tingkat Sekolah SMA/SMK.

fotopemenanglomba2Lomba yang diselenggarakan oleh HMJ Teknologi Pendidikan UNDIKSHA serangkaian hari Ulang Tahun Jurusan TP yang ke 10 telah berakhir tanggal 5 Nopember 2008. Lomba yang sebelumnya telah dirancang dengan kegiatan awal seperti Pelatihan Multimedia Pembelajaran untuk Guru SMA/SMk se-Bali pada bulan Oktober selama dua hari, dimaksudkan untuk memberikan bekal dalam mempertajam dan mengasah kemampuan peserta lomba. Peserta yang menyerahkan karya berupa Media Pembelajaran TIK yang dikemas dalam bentuk media CD berformat Software Pembelajaran Mandiri dan Presentasi pembelajaran Mandiri sebanyak 28 buah CD. Selanjutnya 28 karya ini dinilai oleh 5 orang juri yang terdiri dari Prof. I Wayan Santyasa, Made Tegeh, S.Pd. M.Pd, Putu Aditya, S.Pd, Kadek Suartama,S.Pd dan Gde Putu Arya Oka, SST secara maraton selama 5 hari. Hasil seleksi awal yang lolos sebanyak 10 Besar. Dan terhadap sepuluh besar akan unjuk kerja ondesk pada tanggal 5 Nopember 2008.

Sebelum acara inti lomba, dilangsungkan acara pembukaan oleh Dekan FIP yang diwakili oleh PD III FIP. Dalam sabutannya Dekan FIP memberikan apresiasi terhadap Lomba Ini untuk memberikan sebuah ajang untuk memberikan kesempatan pada siswa-siswa untuk berkarya dibidang pengembangan media. Dekan dalam sambutannya yang dibacakan oleh PDIII mengharapkan kegiatan lomba ini menjadi iven secara rutin diselenggarakan tiap tahun dengan perebutan Piala Bergilir dengan target peserta sebuah TIM dari masing-masing sekolah. Sehingga dalam aspek tujuan bisa sharing dengan guru pembimbing dan pada kreatifitasnya bisa dihare dengan anak didik. Konvergensi siswa dengan guru harus dikembangkan dan dibudayakan dalam proses pembelajaran, karena konteks pembelajaran harus melibatkan peserta didi, pendidik dan media.

Setelah acara pembukaan maka dilanjutkan dengan kegiatan lomba terhadap sepuluh orang pada lab Komputer Jurusan Teknologi Pendidikan. Selama kurang lebih 5 jam siswa dengan tekum berlomba maka setelah penilaian on desk oleh juri maka, munculkan nama-nama sebagai pemenang lomba.

Para pemenang lomba mendapatkan Trophy, piagam dan vandel yang masing telah diserhakan oleh Ketua Jurusan Teknologi Pendidikan Drs. I Dewa Kade Tastra mewakili Dekan, Gde Putu Arya Oka, SST mewakili Dosen pembimbing TP, Ketua HMJ TP( Muliarta), Ketua Panitia Lomba ( Dewa Prabawa).

Nama-Nama Pemenang adalah sebagai berikut ;

Juara I Gusti Nyoman Pardomuan wakil SMK N 1 Sukasada dengan skor 3160

Juara II Kadek Oka Meindrawan wakil SMA PGRI 1 Amlapura dengan skor 3084

Juara III Ketut Joko Wibawa wakil dari SMA 1 Sawan dengan dengan skor 2906

Juara Harapan I Gede Krisna Wijaya wakil SMAN 1 Banjar dengan skor 2782

Juara Harapan II M. Riza Satria Khairini, wakil dari SMA 7 Denpasar dengan skor 2764

Juara Harapan III Putu Adi Prianto wakil SMK Pariwisata Triatma Jaya dengan skor 2728





PESERTA SEMINAR ELEARNING MEMBLUDAK dihadiri 500 lebih peserta se-Bali

6 11 2008

Penuh sesaknya, seminar Teknologi Elearning dalam Computer Mediated Communication (CMC) untuk inovasi pembelajaran berbasis jaringan yang diselenggarakan oleh HMJ Teknologi Pendidikan, FIP Undiksha merupakan kebangkitan akan perlunya penguasaan dan pemanfaatan Teknologi untuk memecahkan masalah kehidupan.

Dari awal prediksi panitia membludaknya peserta elearning benar-benar menjadi kenyataan. Lantai dasar Gedung Pasca Sarjana, ruang registrasi sampai peserta menerobos panitia registrasi untuk masuk di canopy lantai dua gedung pasca, untuk mencari tempat yang kosong. Seminar yang dibuka oleh PD I FIP Undiksha ditandai pemukulan gong. Gong TIK sudah dipukul, gaungnya akan menjadi pijakan awal akan gema gong ini keseluruh civitas pendidikan di Bali.

seminarlengkap

Seminar yang diselenggarakan berkaitan kalender kerja HMJ teknologi Pendidikan Setiap Tahun. Dimana untuk tahun ini mengambil tema Teknologi elearning. Antusias peserta untuk datang keseminar ini yang berangkat dari seluruh pelosok Bali,setidaknya memberikan gambaran bahwa kendaraan TIK ingin lewat begitu saja. Para peserta dengan sangat serius menyimak apa yang disampaikan oleh para penyaji. Bukan saja kendaraan TIK saja yang harus nakodai,namun jalan kendaraan TIK itupun tidak luput dari perhatian para peserta. Buktinya Indosat M2 yang membawakan makalah pada insfrastruktur Jaringan membuat peserta tekun menyimak slide –demi slide dari Bapak Putu Dody. Selama satu jam tim dari IM2 menyampaikan materi dengan respon yang stabil.

Ketika giliran owner dari Bamboomedia,Bapak Putu Sudiarta menyampaikan makalahnya, seluruh peserta dibuat kagum akan kemajuan aplikasi elearning untuk dunia pendidkan. Rupanya setelah jalan TIK mereka ketahui, peserta mendapat giliran untuk masuk kendaraan TIK. Isinya luar biasa, aplikasi dan model –model pembelajaran berbasis multimedia telah menyedot perhatian peserta sampai panitia memperpanjang waktu penyampaian materi dari Bamboomedia. Lebih-lebih sajian yang menarik berupa demo-demo yang mungkin peserta belum pernah disajikan oleh Bamboomedia membuat waktu tidak terasa sampai waktu break untuk makansiang molor.

oka-wawancara-copy

admin