SEMINAR AKADEMIK
ENHANCEMENT TEKNOLOGI PENDIDIKAN MELALUI REPOSISI PERAN DAN REVITALISASI FUNGSI MENUJU PENGEMBANG TEKNOLOGI PEMBELAJARAN YANG PROFESIONAL
A. Latar Belakang
Eksistensi sebuah profesi pada umumnya terletak pada seberapa jauh profesi itu diterima dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Begitu pula profesi Teknologi Pembelajaran akhir-akhir ini eksistensi dirasakan menguat kendati masih dengan pemahaman yang masih bias. Kehadiran teknolog-teknolog pembelajaran yang dihasilkan melalui suatu proses pendidikan formal seperti misalnya Teknologi Pendidikan digagas oleh para tokoh-tokoh Teknologi Pendidikan melalui perjuangan puluhan tahun yakni sejak tahun 1972 (disampaikan oleh Bapak Yusuf Hadimiarso pada Kolokium Teknologi Pendidikan-Bandung: Desember, 2008), setahap demi setahap telah melalui perjuangan yang alot, melelahkan namun pasti dalam memperkuat eksistensi Teknologi Pendidikan.
Kalau kita rasakan eksistensi tenaga-tenaga Teknologi Pendidikan pada institusi baik pendidikan, diklat, dan pemerintahan tidaklah menggembirakan. Hal ini terlihat sangat minimnya perekrutan tenaga-tenaga Teknologi Pendidikan baik di lembaga pendidikan dan kependidikan. Kekurangan rekrutmen ini menyebabkan tenaga Teknologi Pendidikan kurang mendapat apresisasi atau tidak dikenal dengan baik dikalangan masyarakat. Eksistensi tenaga Teknologi Pendidikan pada lembaga-lembaga pendidikan ataupun diluar pendidikan yang telah terserap belum mampu menjadi salah satu pilar dalam mensosialisasikan kompetensi Teknologi Pendidikan. Sehingga wacana kompetensi Teknologi Pendidikan hanya terdengar pada perguruan tinggi yang memang telah memiliki jurusan atau prodi Teknologi Pendidikan. Bukan itu saja, dikalangan internalpun pemahaman akan peran dan fungsi Teknologi Pendidikan disikapi dengan beragam sikap. Ada optimis dan ada juga yang tidak optimis. Yang lebih parah lagi adalah ketika jati diri Teknologi Pendidikan tidak mengakar dalam setiap mahasiswa.
Padahal carut marutnya kualitas pendidikan di Indonesia tidak henti-hentinya dibahas, didiskusikan dan dipertanyakan. Mengapa kualitas pendidikan di Indonesia masih begitu rendah? Apanya yang salah? Padahal regulasi sudah direformasi, tenaga guru/dosen sudah pula ditingkatkan dengan sertifikasi, alokasi dana sudah 20% dari APBN dan ada usul ditingkatkan lagi. Apakah arsitek-arsitek pendidikan kita, tidak berperan maksimal dalam mengatasi masalah-masalah pendidikan? Adalah menjadi kenginan kita bersama agar citra dan mutu pendidikan kita dimasyarakat dapat diterima tanpa kata cemooh. Lahirnya anak bangsa yang cerdas, kompetitif mampu menjadi raja di rumah sendiri, mampu bersaing ditingkat kawasan regional maupun internasional.
Oleh karena itu, tidaklah terlambat ketika kita mulai menguatkan kembali jati diri pada setiap jenjang dan jurusan yang ada. Khususnya Teknologi Pendidikan dirasa perlu melakukan upaya dan strategi yang lebih mengangkat eksistensi Teknologi Pendidikan. Menandai Teknologi Pendidikan dari sekian jurusan dan prodi yang ada lewat strategi benchmarking. Sehingga lewat sebuah tanda “mark” ini, keberadaan Teknologi Pendidikan dilapangan pendidikan dapat diidentifikasi dengan jelas. Bukan saja identifikasi terhadap nama Teknologi Pendidikan, namun juga menandai apa yang menjadi kompetensi Teknologi Pendidikan. Setelah masyarakat berhasil mengindentifikasi maka perlu suatu upaya untuk meningkatkan kualitas melalui reposisi peran dan revitalisasi fungsi tenaga Teknologi Pendidikan. Dua upaya ini dilakukan dengan berbagai langkah-langkah strategis. Ketika langkah ini telah diupayakan maka diharapkan akhirnya enhacement Teknologi Pendidikan dapat dikenal dengan baik. Atau masyarakat bisa melihat Teknologi Pendidikan dengan pandangan terbaik mereka. Sehingga salah satu upaya yang dilakukan oleh jurusan Teknologi Pendidikan FIP Undiksha adalah mengadakan seminar nasional bertema “Enhancement Teknologi Pendidikan melalui Reposisi Peran dan Revitalisasi Fungsi Menuju Pengembang Teknologi Pembelajaran yang Profesional”
B. Tujuan dan Manfaat
1. Melalui seminar nasional ini akan tersosialisasi fungsi dan peran pokok pengembang Teknologi Pembelajaran sesuai peraturan yang ada ke khalayak yang lebih luas, yang selama ini tersosialiasi pada kalangan terbatas di dalam kampus;
2. Melalui seminar nasional ini diharapkan tersosialisasi penguatan posisi, revitalisasi fungsi, kegiatan dan domain Teknologi Pendidikan (Pembelajaran);
3. Melalui seminar nasional ini diharapkan terososialiasi sinergi kegiatan pengembangan Teknologi Pembelajaran dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Sehingga dengan tersosialisasinya ketiga point penting di atas diharapkan peserta seminar akan dapat mengambil manfaat sebagai berikut.
1. Bagi khalayak umum (stakeholder) dapat mengetahui dengan jelas tugas, fungsi dan peran pokok Teknologi Pembelajaran, sehingga dengan pengetahuan ini diharapkan para stakeholder dapat mengambil kebijakan yang erat kaitannya dengan kebutuhan pengembang Teknologi Pembelajaran;
2. Bagi kalangan internal (Kampus dan Mahasiswa) kegiatan ini dapat menambah wawasan tentang perkembangan dan isu-isu penting tentang Teknologi Pembelajaran;
3. Bagi alumni Teknologi Pendidikan, kegiatan seminar ini diharapkan dapat memperkuat jati dirinya sehingga dengan pemahaman yang lebih luas akan dapat menentukan dan memilih kemungkinan inpassing pada institusi dimana mereka sekarang berada.
C. Sasaran
1. Para pengambil kebijakan, stakeholder baik pada bidang pendidikan dan kependidikan (Diknas, BKD, Lembaga Diklat, Sekolah SMA/SMK, SMP dan lainnya);
2. Para mahasiswa aktif Teknologi Pendidikan (khususnya Mahasiswa Teknologi Pendidikan – FIP Undiksha yang sekarang masih aktif kuliah);
3. Para alumni Teknologi Pendidikan – FIP Undiksha baik sudah bekerja atau yang belum mendapat kesempatan bekerja;
4. Dan pihak-pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung mempunyai kepentingan dengan pengembang Teknologi Pembelajaran.
D. Waktu Pelaksanaan kegiatan
Hari : Senin
Tanggal : 2 November 2009
Pukul : 08.30 s/d selesai
Tempat : Gedung Auditorium Pasca Sarjana Undiksha
Singaraja – Bali
E. Keynote Speaker
1. Bapak Kepala Bidang Teknologi Pembelajaran PUSTEKKOM Depdiknas
2. Bapak Kepala Bidang Teknologi Informasi PUSTEKKOM Depdiknas
F. Lain-Lain
1. Kegiatan seminar nasional ini juga dirangkai dengan kegiatan pameran karya mahasiswa Teknologi pendidikan dengan mengikutsertakan partisipan dari Ikatan Mahasiswa Teknologi Pendidikan seluruh Indonesia (IMTEPSI).
















Kata Pengunjung